
Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, kanker, atau penyakit jantung seringkali menjadi ujian yang berat bagi siapa pun yang menghadapinya. Bagi umat Islam, menghadapi cobaan ini bukan hanya soal kesehatan fisik tetapi juga kesehatan spiritual. Pendekatan kesehatan Islami mengajarkan bahwa ikhtiar dalam pengobatan harus sejalan dengan penguatan iman dan spiritualitas.
Table of Contents
Pengertian Penyakit Kronis dan Tantangannya

Penyakit kronis adalah kondisi kesehatan yang berkembang perlahan dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama, bahkan seumur hidup. Berbeda dengan penyakit akut yang cepat datang dan dapat sembuh dengan segera, penyakit kronis membutuhkan pengelolaan yang terus-menerus. Dalam Islam, penyakit kronis dapat menjadi ujian bagi seorang hamba yang bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keberkahan melalui kesabaran.
Tantangan Menghadapi Penyakit Kronis
- Fisik: Kelelahan, rasa sakit, dan keterbatasan mobilitas.
- Emosi: Depresi, kecemasan, dan perasaan putus asa.
- Spiritual: Munculnya pertanyaan tentang takdir dan hikmah di balik cobaan.
Pendekatan Kesehatan Islami dalam Menghadapi Penyakit

Dalam Islam, kesehatan dipandang sebagai amanah yang harus dijaga. Saat diuji dengan penyakit kronis, pendekatan kesehatan Islami melibatkan keseimbangan antara upaya medis dan penguatan spiritual. Rasulullah SAW bersabda, “Tiap penyakit ada obatnya, dan apabila suatu obat mengenai penyakit (yang sesuai), maka penyakit itu akan sembuh dengan izin Allah.” (HR Muslim).
a. Mengambil Langkah Medis dengan Tawakkal kepada Allah
Islam mendorong umatnya untuk mencari pengobatan. Dalam menghadapi penyakit kronis, pasien harus tetap berikhtiar dengan mencari perawatan medis yang sesuai. Namun, keyakinan bahwa kesembuhan datang atas izin Allah adalah bagian dari tawakkal yang penting.
Contoh langkah-langkah Islami:
- Konsultasi dengan dokter yang terpercaya dan mengambil langkah-langkah yang dianjurkan untuk pengobatan.
- Menggunakan metode pengobatan halal dan menghindari segala yang diharamkan.
b. Pentingnya Doa dan Dzikir dalam Proses Penyembuhan
Doa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam Islam. Banyak ayat dan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon kesembuhan, seperti Ruqyah Syar’iyyah yang bisa menjadi ikhtiar spiritual dalam menghadapi penyakit kronis.
Kesehatan Spiritual: Membangun Hubungan dengan Allah saat Sakit

Kesehatan spiritual adalah elemen penting dalam proses penyembuhan. Ujian berupa penyakit kronis dapat menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.
a. Meningkatkan Ibadah di Tengah Cobaan
- Shalat: Tetap melaksanakan shalat lima waktu, meskipun dalam kondisi sakit. Allah memberikan keringanan bagi mereka yang sakit untuk shalat dalam posisi duduk atau berbaring sesuai kemampuan.
- Puasa: Jika kondisi penyakit menghalangi seseorang untuk berpuasa, Islam memberikan keringanan untuk tidak berpuasa dengan menggantinya melalui fidyah atau qadha di kemudian hari.
b. Bersabar dan Ikhlas dalam Menghadapi Ujian
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153). Kesabaran dalam menghadapi penyakit dapat menjadi bentuk keikhlasan menerima takdir Allah. Dengan sabar, seseorang dapat meraih pahala yang besar dan menjadi lebih dekat dengan Allah.
c. Bertawakkal dan Menghindari Putus Asa
Menghadapi penyakit kronis bisa menimbulkan rasa putus asa, tetapi sebagai Muslim, kita diajarkan untuk selalu bertawakkal. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, sebab Allah berfirman bahwa “sesungguhnya hanya orang-orang kafirlah yang berputus asa dari rahmat-Nya.”
Mengelola Kesehatan Mental untuk Meningkatkan Kesehatan Islami

Penyakit kronis tidak hanya menguji tubuh tetapi juga pikiran. Kesehatan mental yang stabil sangat penting dalam menghadapi ujian ini. Islam menyediakan berbagai pendekatan untuk mengatasi tekanan mental, seperti dzikir, shalat, dan berkonsultasi dengan orang yang terpercaya.
a. Peran Konseling Islami
Berkonsultasi dengan ustadz, kyai, atau konselor Islami yang memahami masalah spiritual dan psikologis bisa membantu pasien dalam mengelola emosi mereka.
b. Memperkuat Dukungan Sosial
Dukungan keluarga, sahabat, dan komunitas masjid sangat penting bagi mereka yang menghadapi penyakit kronis. Rasulullah SAW mendorong umatnya untuk saling membantu dan peduli terhadap sesama, yang juga memberikan dukungan emosional bagi pasien.
c. Menjaga Pikiran Positif Melalui Doa dan Dzikir
Dzikir dapat menenangkan hati, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’du: 28).
Strategi Menghadapi Penyakit Kronis Secara Islami
Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:
a. Mengelola Pola Makan dengan Prinsip Halalan Thayyiban
Penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi membutuhkan pengaturan pola makan yang sehat. Islam menganjurkan konsumsi makanan yang halal dan thayyib (baik dan menyehatkan). Hindari makanan yang berlebihan dan konsumsi makanan yang bermanfaat bagi tubuh.
b. Menggunakan Pengobatan Alternatif Islami
Islam tidak menutup pintu bagi pengobatan alternatif, seperti penggunaan herbal yang sesuai dengan syariat Islam. Sebelum mencoba, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter yang memahami metode ini.
Baca Juga: 3 Tips Mengelola Berat Badan dengan Prinsip Kesehatan Islami
Dukung Layanan Ambulance Gratis 24 Jam!

Anda dapat berdonasi melalui website kami di Campaign Ambulance Gratis 24 Jam atau melalui BSI (Bank Syariah Indonesia) : 7977788778 a.n Yayasan Bahagia Berbagi Bersama. Konfirmasi melaui WhatsApp 0852.3535.3588
Call Center Layanan Ambulance Gratis Yayasan Bahagia Berbagi Bersama
Kediri Selatan (Ngadiluwih) & Sekitarnya: WhatsApp 0812-2222-906
Kediri Timur (Pare) & Sekitarnya: WhatsApp 0812-2224-104
Trenggalek – (Gandusari) & Sekitarnya: WhatsApp 0812-2223-603